Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2016

Bangkitlah Wahai Pemenang!!!

Alhamdulillah, Yeyyy!!! H-3jam perjuangan akan dimulai kembali. Betewe nggak terasa juga besok udah masuk hari senin aja, hiks liburan satu bulan sudah habis nggak bersisa, yang sisa cuma kenangan aja, tapi bukan kenangan tentang kamu *ehh See.. karena besok hari pertama kuliah itu berarti lembaran harapan barupun juga dimulai. Nggak sekadar harapan baru aja yang dimulai,tapi juga segala hal baru mulai dari cara belajar, cara bersikap, semuanya BARUUUU!!! Inget! jangan mengulang kesalahan yang sama Lail. Kalo kemarin kamu terlalu santai dan terkesan seenaknya sendiri, esok dan seterusnya harus lebih baik lagi! Kalo kemarin ibadahnya ke Allah nggak ada pressure dan nggak ada ruh -nya sama sekali, esok dan seterusnya harus jauh lebih baik dari sekarang. Kalo kemarin masih suka  nunda nunda belajar, sekarang tambah jam belajar kamu. Inget kata Ahmad Fuadi, harus berada di atas rata2 usaha orang lain!!! Kalo kemarin suka ngomongin kejelekan guru, sekarang kudu lebih peka buat ngom...

Ngalah, Kalah, Satu Arah

“ Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kekhawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahannya karenanya. ” (HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573) Sahabat, kali ini perkenankan saya berbagi sedikit pengalaman yang saya dapatkan satu bulan yang lalu . Pengalaman ini mungkin sangat sering dialami oleh seluruh siswa/i ataupun mahasiswa/i di seluruh belahan dunia manapun. Suatu hari tatkala saya membuka pengumuman hasil ujian akhir semester di situs kampus, saya begitu terkejut melihat IP (indeks prestasi) yang merosot dari semester sebelumnya. Fikiranku pun melayang pada beasiswa, harapan tipis bisa dapat beasiswa . Fikirku kala itu. Rasa kecewa bertambah membuncah tatkala melihat hasil yang didapat oleh teman yang ketika ujian menyontek justru lebih bagus bahkan mendapat peringkat pertama dan kedua di kelas. Seluruh raga terasa terhempas ketika mengalami hal semacam ini, virus gala...

Pejuang Message, Senja, dan Nobita

Aku begitu percaya bahwa segalanya hadir atas izin dan skenario yg Allah tuliskan bagi kita. Hidup dan mati.. Rezeki untuk menjadi kaya ataupun miskin.. Rezeki sehat ataupun sakit.. Bahkan hingga rasa mencintai pun.. bahwa kesemua itu telah Allah takdirkan bagi kita.. Hanya saja aku merasa lalai dengan semua anugerah itu.. Terutama dalam hal mencinta. Aku begitu mudah dalam menaruh rasa pada mu, Mas Gagah Senja dan Nobita. Padahal nyatanya aku begitu tak layak jika bersanding denganmu. Padahal nyatanya aku begitu tak sebanding denganmu.. Pungguk merindukan bulan. Itulah pepatah yg sangat pantas untuk ku sandang. Nyatanya, sejak mengenalmu aku salah dalam bertingkah.. Aku salah dalam menata hati dan niatku untuk berubah.. Niatku memperbaiki diri tak pernah ku tujukan padaNya. Niatku pergi mengaji tak pernah ku tujukan padaNya. Niatku tuk menghafal kalamNya tak pernah pula ku tujukan padaNya. Perbaikan diri yg ku lakukan hanyalah agar aku bisa terlihat hebat di hadapanmu...