Pejuang Message, Senja, dan Nobita

Aku begitu percaya bahwa segalanya hadir atas izin dan skenario yg Allah tuliskan bagi kita.
Hidup dan mati..
Rezeki untuk menjadi kaya ataupun miskin..
Rezeki sehat ataupun sakit..
Bahkan hingga rasa mencintai pun..
bahwa kesemua itu telah Allah takdirkan bagi kita..
Hanya saja aku merasa lalai dengan semua anugerah itu..
Terutama dalam hal mencinta.
Aku begitu mudah dalam menaruh rasa pada mu, Mas Gagah Senja dan Nobita.
Padahal nyatanya aku begitu tak layak jika bersanding denganmu.
Padahal nyatanya aku begitu tak sebanding denganmu..
Pungguk merindukan bulan. Itulah pepatah yg sangat pantas untuk ku sandang.
Nyatanya, sejak mengenalmu aku salah dalam bertingkah..
Aku salah dalam menata hati dan niatku untuk berubah..
Niatku memperbaiki diri tak pernah ku tujukan padaNya.
Niatku pergi mengaji tak pernah ku tujukan padaNya.
Niatku tuk menghafal kalamNya tak pernah pula ku tujukan padaNya.
Perbaikan diri yg ku lakukan hanyalah agar aku bisa terlihat hebat di hadapanmu.
Kajian yg ku hadiri hanyalah agar aku bisa bertemu denganmu walau hanya mendengar dan menatap rupa dr kejauhan.
Dan hafalanku hanyalah agar aku bisa Allah sandingkan denganmu suatu hari nanti.
Masyaa Allah.. jika sudah begini, masihkah aku pantas mendapat gelar sebagai hambaMu?
Yaa Rabbanaaa.. :'(

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Definisi Kamu dan Aku (Reupload) .

(lanjutannya nih) PJB

Gerbang 20'an