Tentang aku dan kamu, bisakah menjadi KITA?
Untukmu,
laki-laki yang telah Allaah persiapkan untukku..
Padamu..
Ingin aku tanyakan..
Bisakah aku menjadi bagian dari hatimu?
Bisakah aku menjadi perempuan kedua yang kau cintai setelah ibumu?
Bisakah aku menjadi satu-satunya perempuan penyempurna separuh agamamu?
Bisakah aku menjadi teman seperjuangan dalam ibadah, dakwah, dan juga cintamu?
Bisakah aku menjadi bagian dari pembuktian cita-cita hidupmu?
Bisakah aku menjadi insan yang pertama kali kau lihat saat kau terbangun, dan menjadi yang terakhir kau kecup keningnya saat akan tertidur?
Bisakah kesemua itu kulakukan sebagai janjiku pada Allaah untuk mendampingimu, menguatkanmu, dan mendidik anak-anakmu nanti?
Untukmu,
laki-laki yang tengah gencar dalam pencarian jati diri..
Aku mungkin tak tahu banyak tentang dirimu..
Hanya yang aku tahu..
Kau adalah laki-laki yang tengah menuju perbaikan diri..
Kau adalah laki-laki yang memang belum pantas jika dikatakan baik..
Kau adalah laki-laki yang mengingatkanku untuk senantiasa menghindari ghibah..
Kau adalah laki-laki yang pola tingkahnya mampu mencairkan suasana dengan baik ..
Kau adalah laki-laki yang tak memilah-memilih dalam berbincang..
Ah.. Maafkan..
Mungkin kau takkan suka dengan ungkapan-ungkapan yang terlalu melebihkan ini..
Lalu, tentang kita..
Tak merasakah engkau?
Bahwa kita serasa dekat di dunia maya dibanding di dunia nyata?
Bahwa kita seolah tak kenal satu sama lain di dunia nyata?
Dengan begitu, apakah mungkin esok hari aku dan kamu mampu menjadi KITA?
laki-laki yang telah Allaah persiapkan untukku..
Padamu..
Ingin aku tanyakan..
Bisakah aku menjadi bagian dari hatimu?
Bisakah aku menjadi perempuan kedua yang kau cintai setelah ibumu?
Bisakah aku menjadi satu-satunya perempuan penyempurna separuh agamamu?
Bisakah aku menjadi teman seperjuangan dalam ibadah, dakwah, dan juga cintamu?
Bisakah aku menjadi bagian dari pembuktian cita-cita hidupmu?
Bisakah aku menjadi insan yang pertama kali kau lihat saat kau terbangun, dan menjadi yang terakhir kau kecup keningnya saat akan tertidur?
Bisakah kesemua itu kulakukan sebagai janjiku pada Allaah untuk mendampingimu, menguatkanmu, dan mendidik anak-anakmu nanti?
Untukmu,
laki-laki yang tengah gencar dalam pencarian jati diri..
Aku mungkin tak tahu banyak tentang dirimu..
Hanya yang aku tahu..
Kau adalah laki-laki yang tengah menuju perbaikan diri..
Kau adalah laki-laki yang memang belum pantas jika dikatakan baik..
Kau adalah laki-laki yang mengingatkanku untuk senantiasa menghindari ghibah..
Kau adalah laki-laki yang pola tingkahnya mampu mencairkan suasana dengan baik ..
Kau adalah laki-laki yang tak memilah-memilih dalam berbincang..
Ah.. Maafkan..
Mungkin kau takkan suka dengan ungkapan-ungkapan yang terlalu melebihkan ini..
Lalu, tentang kita..
Tak merasakah engkau?
Bahwa kita serasa dekat di dunia maya dibanding di dunia nyata?
Bahwa kita seolah tak kenal satu sama lain di dunia nyata?
Dengan begitu, apakah mungkin esok hari aku dan kamu mampu menjadi KITA?

Komentar
Posting Komentar