2019
-Sebuah catatan kecilnya
ciwi INFJ-
Ngga kerasa ya,
beberapa hari ke depan kita bakal meninggalkan tahun 2019 dan menyambut tahun
2020. Orang bilang, tahun baru-harapan baru. Lalu kita sibuk berlomba menjadi
manusia yang menyiapkan resolusi terbaik di tahun yang baru. Memangnya ngga
baik ya kalo bikin resolusi tiap tahunnya? Baik kok, ini sangat baik. Karena hal
ini wajar untuk kita sebagai manusia yang memang diharapkan untuk selalu
bertumbuh-berkembang-berubah ke arah yang lebih baik. Tapi sebelum kita
menyusun lagi resolusi terbaik kita untuk tahun yang akan datang, yuk coba kita
intip dan ingat lagi resolusi kita buat saat menginjakkan kaki di tahun 2019.
Jadi, lebih
banyak mana antara resolusi yang sudah kita capai dengan yang masih ditunda
dulu untuk kita raih?
“YAYYYYY!!
Sebagian besar sudah aku raih di tahun ini”
“yaaahh aku
cuma dapetin beberapa doang di tahun ini”
“banyak yang
gagal ah, berasa percuma aja gituu”
“tahun
kesedihan. Banyak yang ga tercapai jadinya capeeee”
Hei halloo, aku
di sini untukmu 😊 cuma mau ngomong kalo semua itu ngga apa kok
terjadi, karena itu memang cara kerja Tuhan untuk kita. Kalo rang-orang bilang
nih, cara semesta bekerja. Kadangkala kita bisa raih sebagian besar resolusi
hebat kita, tapi juga ngga sedikit orang (dengan jiwa besar dan mental yang
hebat- kita salah satunya dari mereka loh) yang mau merelakan beberapa resolusinya
tertunda dulu. Tau ngga? Kadang Tuhan tuh menunda beberapa impian kita karena
Tuhan masih memantau seberapa besar power kita. Kadang juga Tuhan memang suka
becanda lewat kejutan yang Ia beri, yang seringkali kejutannya lebih baik dari
yang kita ingin.
Sama halnya
nanti, baik di awal-tengah-maupun akhir tahun 2020 semisal kita merasa belum
bisa meraih resolusi yang kita buat, belum berarti kita lebih banyak gagalnya
yaa😊. Coba yuk diraba lagi diri kita
masing-masing, gimana rasanya kalo semua keinginan kita terwujud? Terasa datar
bukan? Beda halnya kalo beberapa keinginan kita tertunda terlebih dulu atau
sama sekali tidak tewujud, di saat
itulah kita sedang diajarkan tentang penerimaan dan menyesuaikan diri dengan
segala takdir baik Tuhan untuk kita.
Jangan lupa juga
kalo kita ini manusia, sifatnya dinamis. Kita ditakdirkan untuk bisa berubah wujud
jadi power rangers dalam banyak hal, bahkan ngga menutup kemungkinan loh
kalo resolusi kita berubah. Jika nantinya kita ingin mengubah sedikit atau
bahkan seluruh resolusi kita, tentu saja sangat dibolehkan. Hmmmm, namanya juga
resolusi toh? Sebuah konsep-sebuah strategi-sebuah perencanaan untuk ke depannya.
Boleh banget untuk gagal. Boleh banget juga kita punya strategi atau rencana
yang ciamik untuk tahun 2020, asal jangan terlalu kenceng sama diri sendiri ya!
Inget kata Kunto Aji: Cukupkanlah ikatanmu, relakanlah yang tak seharusnya
untukmu, yang seharusnya kau jaga adalah dirimu sendiri.
BISMILLAAH,
YOKK BISA YOKK!
Komentar
Posting Komentar