Senja dari Kota Rembang
Aku percaya bahwa segala yang terjadi dalam setiap kehidupan manusia merupakan goresan takdir Allah yang sudah ditentukan untuk kita semua.. sedih, suka, kecewa, bahagia, nikmat dan juga adzab duniawi segalanya telah Allah atur semenjak kita sudah berusia 4 bulan di dalam rahim ibu kita, semenjak ruh itu ditiupkan. Jodoh, rezeki, maut semuanya sudah Allah tuliskan dalam buku skenario berjudul nama kita. Kapan rezeki itu kita dapatkan, bagaimana mendapatnya. Bagaimana kita bertemu dengan jodoh kita, di mana dan sedang apa kita saat bertemu dengan jodoh kita. Pun jua, bagaimana nantinya ruh ini dijemput oleh Allah dan menyisakan bujur tubuh yang kaku. Dan kini, atas izin Allah pula aku bisa mengenalmu.
Aku menyadari bahwa perkenalan ini hanyalah perkenalan yang bertepuk sebelah tangan. Hanya aku yang mengenalmu, tapi kau tak tau siapa dan bagaimana aku. Masih ingat dalam memoryku, kala itu kakakku lah yang mengenalkanmu padaku. Acara halal bihalal itu telah membawaku pada zona imaji. Mengenalmu dalam hitungan detik saja, tak lantas membuatku puas. Kian lama, aku kian mencari seperti apakah sosok dirimu itu? Bagaimana dirimu? Mengapa bisa kakakku begitu menggebu menceritakan hal tentangmu di hadapku? Apa kelebihan yang sesungguhnya engkau miliki?
Hingga kemudian, lambat laun aku mengerti bahwa kau adalah seorang hafidz nan pandai dalam bersholawat. Itulah kemudian yang membuatku sedikit gentar untuk bisa mendapatkanmu, banyak yang ingin bisa bersanding denganmu. sedangkan aku? bagiakan pungguk merindukan bulan. Sayangnya, kau bukanlah bulan. Kau adalah senja. Ya, senja. Senja dari kota Rembang.. :)
Kini, aku hanya berharap jika suatu saat memang Allah menakdirkan kita bersatu, maka jalan itu akan terbuka sangat lebar, dan aku hanya bisa selalu memperbaiki diri meski sering terseok seok untuk etap istiqomah.
Doakan aku yaa Senja.. Semoga aku kian menjadi hamba Allah yang tak henti-hentinya untuk memperbaiki diri, menjadi seorang hafidzah dan tetap istiqomah di jalan Allah.. Aamiin..
Kini, aku hanya berharap jika suatu saat memang Allah menakdirkan kita bersatu, maka jalan itu akan terbuka sangat lebar, dan aku hanya bisa selalu memperbaiki diri meski sering terseok seok untuk etap istiqomah.
Doakan aku yaa Senja.. Semoga aku kian menjadi hamba Allah yang tak henti-hentinya untuk memperbaiki diri, menjadi seorang hafidzah dan tetap istiqomah di jalan Allah.. Aamiin..
Komentar
Posting Komentar