Ge-Em-Ha
Posting dikit-dikit boleh lah yaa.. Setelah berbulan-bulan absen hihihi..
Surabaya, 25 Maret 2017
Surabaya, 25 Maret 2017
Info itu hadir..
Alhamdulillaah.. Dengan izin Allah, aku bisa mengikuti seminar yang awalnya hanya berniat untuk melihat si mas pembicara yang lagi hits sekarang. Awalnya tiga hari sebelum acara ini dimulai salah seorang teman mengirimkan pamflet dalam bentuk gambar via WA, mengatakan bahwa ada Hamas Syahid Izzuddin yang menjadi salah satu pembicara di acara seminar tersebut. Eman-eman rasanya kalo sampe ga ikutan. Seketika aku langsung bilang 'iya' ke temen waktu itu dan meminta tolong ke saudaranya (yang kebetulan jadi panitia waktu itu) buat daftarin duluan. Dan.. taraaaa.. tiket sudah di tangan tinggal berangkat doang ke sana.
Hari-H
Tepat pukul tujuh pagi, aku berangkat ke lokasi (demi apa cobaa -_-) padahal acara bakal baru dimulai pukul 8! But.. gapapalah yaa. Masak datengnya ngepas-ngepas terus sih.. Alasan pertama, kenapa aku berangkat jam 7 pagi adalah karena aku belum tau Hall Zaitun di Asrama Haji itu sebelah mana. Alasan kedua, di poster acara ini tertera bakal ada souvenir gratis buat 100 pendatang pertama di hari itu, siapa coba yang gamau dapetin itu wkwkwk (makluminlah yaa.. namanya wanita, suka sama gratisan). Alasan yang ketiga karena salah satu pembicaranya adalah si Mamas (panggilan akrabnya Hamas Syahid), aku menebak bakal banyak yang dateng lebih pagi daripada aku dan aku gamau duduk di bangku paling belakang gara-gara datengnya ngepas acara dimulai. Alasan yang terakhiiirrr.. Biar bisa lihat si Mamas dari jarak yang dekat, meski udah pake kacamata tetep aja rasanya kurang puas kalo ga duduk di depan. Hehehehe.
NB: don't try this to your self! Ini salah satu niat yang bener-bener ga baik buat dicontoh buat temen-temen yang ikutan kajian, pelatihan, seminar, atau apalah itu. Inget, karena sejauh apapun kamu menjemput ilmu, kalo niatnya udah salah gimana ilmunya bakal bermanfaat. Yakan? dan aku nyesel dari awal alasan yang ada di atas sama sekali bukan untuk berniat menjemput ilmu.
Acarapun Dimulaaai... Enjoy the show, enjoy the moment to sharing education!
Menurutku, panitia sudah cukup apik buat menyelenggarakan acara ini. Selain sudah tanggap ketika beberapa bagian background yang terlepas, ontime, dan disiplin. Acara pertama dimulai dengan sambutan dari Kak Grace (bukan nama asli) selaku MC, lalu ada tampilan Nasyid yang tampilannya kereeeeenn... dan disusul dengan tampilan tari saman dari SMA 15 (kalo gasalah) yang ga kalah kompak dan kerennya.
Sebelum acara inti dimulai, pastinya ada beberapa sambutan lagi, terutama dari founder Gerakan Melukis Harapan yang ternyata eh ternyata concern sama ex-wts Dolly Surabaya. Awalnya sih aku ga seberapa peduli apa itu GMH. Namun setelah founder GMH menjelaskan tentang GMH dan kegiatan-kegiatannya sempat terbersit juga niatan buat gabung ke komunitas ini.
Setelah sambutan dari founder GMH, sambutan selanjutnya darii mas Fajri (eh gatau posisinya apa di GMH, tapi beliau salah satu anggota dan ngerti banget sama komunitas ini). Jadi, GMH itu fokus buat memberdayakan masyarakat yang pernah terjun ke dunia jeb-ajeb (baca: penyedia jasa prostitusi) dan orang-orang yang terkena dampak karena adanya kegiatan jeb-ajeb di lokasi Dolly (baca: masyarakat yang ga ikut-ikut kegiatan gituaaan). Nahh.. GMH ini berusahaa 'menghidupkan' aktifitas di Dolly kembali tapii dengan cara yang mengarah ke peradaban, maksudnya GMH berusaha untuk meghidupkan kembali aktifitas di daerah Dolly dalam bentuk yang jauh lebih positif. Ada beberapa kegiatan yang ditawarkan sama GMH ini gaes, pertama nge-trip di wilayah ex-lokalisasi Dolly menggunakan transportasi becak selama tiga jam dengan harga 60k. Di sana selain kita ngetrip di wilayah ex-lokalisasi Dolly, kita juga bisa ngobrol inspiratif sama masayarakat ex-wts yang sedang survive buat mengembalikan martabat dan derajat ekonomi mereka termasuk lihat produk-produk asli warga Dolly yang mereka hasilkan melalui pembinaan oleh komunitas GMH.
Apa ajasih produknya masyarakat binaan GMH itu? Jadi, buat mengenalkan produk buatan masyarakat ex-wts Dolly, GMH membagikan souvenir gratis yang berisikan produk produk di bawah ini:
1. SAMIJALI (Samiler Jarak Dolly)
Produk yang pertama ini adalah cara baru buat kita ngemil samiler. Kalo biasanya kita temukan samiler itu makanan yang bulet lebar dijual sama orang-orang yang bawa beban berat di pinggir jalan, samiler ini beda. Kemasannya ciamik, rasanya juga enak, apalagi yang rasa keju. Bolehlah kalo buat camilan atau bahkan buat oleh-oleh temen yang dari luar kota.
2. Tempe Bang Djarwo
Nah.. produk yang kedua ini, mengandung filosofi yang bikin baper selain bahan-bahan alami non pengawet! Ketika mas Fajri menjelaskan, sempet ngerasa baper sama filosofi yang terkandung hehe. Dari sebuah tempe kita bisa belajar bahwa selain dibuat dari bahan alami, juga dibuat oleh dua rentang waktu yang berlawanan (ehh.. baper juga akhirnya). Tempe ini adalah usaha yang dibangun oleh bang Djarwo, yang dulunya adalah pemilik warkop di wilayah Dolly dengan sang istri, yang dulunya adalah WTS di Dolly juga. Setelah Dolly ditutup, mereka berdua menikah dan melalui perantara GMH, mereka mengembangkan usaha pembuatan tempe yang sekarang udah merambah ke nugget berbahan dasar tempe. Ada beberapa pelajaran yang bisa aku ambil sih, dari mereka ini. Keduanya samasama berniat untuk berubah ke arah yang lebih baik, meninggalkan masa lalu kelam yan pernah digeluti menuju apa yang membuat Allah itu ridho, melalui berdagang dan tentunya menikah.
3. Orumy
![]() |
| pict by: instagram.com/melukisharapan |
Sampe sekarang sih aku gatau bahan dasarnya minuman ini terbuat dari apa, tapi aku jatuh cinta sama minuman ini. Packagingnya yang kekinian, nama yang keren, dan rasanya beuuh.. enak. Ga kalah sama produk-produk minuman di online shop yang lagi hits. Kalian patut nyoba minuman ini, bikin nagih.
"Yang harus diri kita tahu adalah: se-gelap apapun masalalu kita, kita masih ada kesempatan untuk menjadi cahaya bagi orang lain. Dan tentang berkontribusi untuk orang lain, kita tak perlu menunggu kaya ataupun tua, sekarang, di masa muda kita-pun kita bisa melakukannya. Pikiran dan tenaga kita, dibutuhkan oleh mereka."-Hehoo-
NB: bersambung ke postingan selanjutnya yaa InsyaAllaah :)



Komentar
Posting Komentar